Dunia Kertas

MAKALAH PROSES TERBENTUKNYA PENGHUNI ALAM SEMESTA MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT DAN AL-QUR’AN

MAKALAH 

PROSES TERBENTUKNYA PENGHUNI ALAM SEMESTA MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT DAN AL-QUR’AN

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah

 Ilmu Alamiah Dasar  

KATA PENGANTAR

بسم  ﷲ الر حمن الر حيم

Pujisyukur kami panjatkankehadirat Allah AzzaWaJalla yang telahmemberikanrahmatdankarunia-Nya, sehinggakamiberhasilmenyelesaikanmakalahini. ShalawatsertasalamsemogatetaptercurahlimpahkankepadaNabikitaRasulullahShallallahuAlaihiWaSallam.

MakalahinimerupakansalahsatutugasmatakuliahAqidahAkhlak.Makalahiniberjudul “Memahami landasan pembelajaran akidah akhlak dan implementasinya dalam pembelajaran”.

Kamimenyadaribahwamakalahinimasihjauhdarisempurna.Olehkarenaitu, kritikdan saran darirekan-rekan yang bersifatmembangun, selalu kamiharapkan demi lebihbaiknyamakalahini.

Akhir kata, Jazakumullah Khairan Kastiran semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa meridhoi segala usaha kita.

 

 

 

 

 

 

Purwakarta, 20 September 2016

 

 

 

Penulis

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR................................................................................................ i

DAFTAR ISI.............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.      LatarBelakang...................................................................................................... 1

2.      RumusanMasalah................................................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN

1.      Proses terbentuknya penghuni alam semesta menurut ilmu pengetahuan barat.. 2

2.       Menurut ilmu pengetahuan Al-Quran............................................................... 13

BAB III PENUTUP

1.       Kesimpulan dan saran....................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 17

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.       Latar Belakang

 

Seperti yang telah kita ketahui bahwa zaman modern ini makhluk hidup khususnya manusia telah mempelajari berbagai macam Ilmu Pengetahuan Alam. Akan tetapi pada tahap pembelajarannya manusia selalu mendapatkan masalah dan perbedaan pendapatmengenai sesuatu yang dipelajarinya, yaitu dalam hal mempelajari Asal Usul Kehidupan di Muka Bumi yang menjadi permasalahan sejak berabad-abad tahun yang lalu hingga sekarang. Banyak terdapat teori atau paham-paham yang dikemukakan oleh para ilmuan mengenai hal ini. Namun semuanya belum dapat memberikan jawaban yang pasti. Sebenarnya sudah sejak jaman yunani kuno manusia berusaha memberikan jawaban terhadap asal usul kehidupan di muka bumi namun jawaban itu umumnya hanya dongeng atau mitos. Oleh karena itu, melalui makalah ini akan disampaikan beberapa teori asal usul kehidupan di muka bumi sebagai bahan kajian untuk mengenal lebih jauh sejarah awal mula kehidupan di dunia, dengan harapan kita akan lebih memahami tentang asal usul kehidupan di muka bumi.

 

B.     Rumusan Masalah

 

Berdasarkan uraian di atas, masalah-masalah yang ingin kami jelaskan dan sampaikan adalah sebagai berikut :

1.      Bagaimana asal usul kahidupan di muka bumi?

2.      Kapan mulai ada kehidupan di muka bumi?

3.      Dari mana asal usul kehidupan di muka bumi?

4.      Bagaimana sejarah pembentukan bumi berdasarkan jaman?

 

 

1.1.           Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :

1.      Mengetahui asal usul kehidupan di muka bumi

2.      Mengetahui kapan mulai ada kehidupan di muka bumi

3.      Mengetahui dari mana asal kehidupan di muka bumi

4.      Mengetahui sejarah pembentukan bumi berdasarkan jaman

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Proses Terbentuknya Penghuni Alam Semesta Menurut Ilmu Pengetahuan Barat

 

1.      Asal Mula Kehidupan di Bumi

Awal mulanya dunia ini hanya sebatas planet yang kosong dan lama kelamaan dunia ini penuh dengan makhluk – makhluk yang menempati bumi ini dan mulailah terjadi kehidupan di dunia ini. Sejarah kehidupan dibumi dapat diungkap melalui fosil. Fosil telah menjadi bukti yang paling kuat untuk menjelaskan tentang kejadian makroevolusi. Makroevolusi merupakan perubahan dalam skala besar diatas tingkatan spesies yang berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama. Kebanyakan fosil ditemukan tertanam dalam batuan sediment. Melalui prose alami yang panjang, sediment-sedimen dapat tersusun secara berlapis-lapis membentuk strata (tingkatan). Setiap lapisan strata, disebut catatan fosil berguna bagi ilmuwan untuk menjelaskan sejarah kehidupan dibumi. Studi kasus yang mempelajari catatan fosil disebut paleontologyDibawah ini adalah beberapa teori asal mula kehidupan dibumi.

Bumi kita dahulu terbentuk dalam keadaan hangat dan pijar yang secara perlahan – lahan bumi mengadakan kondensasi atau lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Bagian yang berbentuk cair membentuk samudera atau hidrosfer, sedangkan bagian yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer.

       Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup melangsungkan kehidupannya disebut biosfer. Dalam kehidupan makhluk hidup tersebut, terbentuk suatu sistem hubungan antara makhluk hidup dengan materi dan energi yang mengelilinginya.

 

Ciri – ciri sebuah benda hidup atau makhluk hidup ialah :

1.  Melakukan pertukaran zat atau metabolisme, yakni adanya zat yang masuk dan keluar.

2.  Tumbuh atau bertambah besar karena pertambahan dari dalam dan bergerak.

3.  Melakukan reproduksi atau berkembangbiak.

4.  Memiliki irabilitas atau kepekaan terhadap rangsangan dan memberikan reaksi terhadap rangsangan itu.

5.  Memiliki kemampuan mengadakan adaptasi terhadap lingkungan.

 

Secara perlahan-lahan bumi mengadakan kondensasi atau menjadi lebih dingin sehingga pada suatu saat terbentuklah kerak atau kulit bumi. Yang berbentuk cair membentuk samudra atau hidrosfer, yang berbentuk gas disebut atmosfer dan yang berbentuk padat disebut litosfer. Pada saat ini kulit bumi tersebut dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup yang beraneka ragam. Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup itu kita sebut biosfer. 

Banyak terdapat teori maupun paham-paham yang dikemukakan oleh para ilmuan mengenai teori awal mula kehidupan di dunia. Namun semuanya belum dapat memberikan jawaban yang pasti. Sebenarnya sudah sejak zaman Yunani Kuno manusia berusaha memberikan jawaban terhadap awal mula kehidupan di muka bumi ini. Namun, jawaban itu umumnya hanya berupa dongeng atau mitos belaka. Berikut ini dikemukakan beberapa teori-teori awal mula makhluk hidup di dunia, sebagai bahan kajian kita untuk mengenal lebih jauh sejarah awal mula kehidupan di dunia.

Usia Bumi kurang lebih adalah 3000 juta tahun , namun hadirnya kehidupan diatas bumi barulah sekitar 2000 tahun, dan berwal dari mahluk yang sangat sederhana.
Hal itu diketahui berdasarkan penelitian dan analisis dengan menggunakan metode perbandingan zat radioaktif dengan zat hasil seluruhnya. Dengan metode itu pula diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari berbagai penelitian terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang telah menunjukan tanda – tanda kehidupan atau fosil.

Kita mengenal beberapa hipotesis tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang dikemukakan para ahli tidak terlepas dari cara penalaran seseorang dari zaman ke zaman, oleh karena itu ada beberapa hipotesis yang agak kurang tepat kedengarannya. Namun sebaliknya, ada beberapa hipotesis yang benar bila ditinjau dari segi logika.

 

2.      Kapan Mulai ada kehidupan di Bumi

 

      Usia Bumi kurang lebih adalah 3000 juta tahun , namun hadirnya kehidupan diatas bumi barulah sekitar 2000 tahun , dan berwal dari mahluk yang sangat sederhana.
Hal itu diketahui berdasarkan penelitian dan analisis dengan menggunakan metode perbandingan zat radioaktif dengan zat hasil seluruhnya. Denganmetode itu pula diperkirakan bahwa bumi telah membentuk batuan sejak 5 ribu juta tahun yang lalu. Dari penelitian berbagai penelitian terdapat batuan yang berumur 3,5 juta tahun yang telah menunjukan tanda - tanda kehidupan atau fosil.

 

3.      Dari mana asal kehidupan di Bumi

 

Kita mengenal beberapa hipotesis tentang asal mula kehidupan. Perlu diketahui bahwa hipotesis yang dikemukakan para ahli tidak terlepas dari cara penalaran seseorang dari zaman ke zaman, oleh karena itu ada beberapa hipotesis yang agak kurang tepat kedengarannya. Namun sebaliknya, ada beberapa hipotesis yang benar bila ditinjau dari segi logika. Berikut beberapa hipotesis atau teori tentang dari mana asal kehidupan di Bumi :

1.      Hidup dari Tuhan

 Teori ini menyatakan ciptaan yang merupakan jawaban secara religi bahwa benda hidup itu diciptakan oleh Super Nature atau Tuhan yang Maha-kuasa, di luar jangkauan sains. Pandangan semacam ini kita kenal dengan paham “penciptaan khusus” atau special creation yang mengandung pengertian bahwa Tuhan langsung turun tangan kemudian menciptakan kehidupan di atas Bumi. Ilmuwan tidak menolak anggapan ini, akan tetapi sayang, keterangan semacam ini di luar taraf dan batas ilmu pengetahuan. Sesungguhnya, ilmu pengetahuan itu harus berusaha mencari keterangan dalam taraf dan lingkungannya sendiri. Karena itu, ilmu biologi harus mencari jawaban mengenai persoalan bagaimanakah kehidupan itu terjadi. Dengan demikian, harus dihindarkan suatu gambaran tentang “pekerjaan” Tuhan agak anthropomorfistis yang menggambarkan Tuhan bagaikan manusia atau “tukang”. Karena itu, perlu dicari suatu penyelesaian yang termasuk taraf ilmu pengetahuan.

2.      Teori Cozmozoa

Teori ini mengatakan bahwa Mahluk Hidup Berasal Dari Luar Angkasa , Diperkirakan suatu benda berat telah menyebarkan benda hidup dan benda hidup itu meruapakan suatu partikel – partikel kecil. Teori ini berdasarkan dua asumsi :

a. Benda hidup itu ada / telah ada di suatu tempat dalam alam semesta ini

b. Hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan antarbenda angkasa di bumi

Arrhenius (1911) menyatakan bahwa kehidupan pertama dimulai dari spora-spora kehidupan yang bersama-sama dengan partikel debu alam disebarkan dari satu tempat ke tempat lain, di bawah pengaruh sinar matahari. Tetapi teori ini tidak memperhitungkan adanya temperatur yang begitu dingin dan juga sangat panas dan sinar – sinar yang mematikan yang terdapat di angkasa luar, seperti sinar kosmis, sinar ultra violet dan sinar infra merah.

Teori Cosmozoa menyatakan bahwa makhluk yang datang di Bumi dari bagian lain alam semesta ini. Diperkirakan bahwa suatu benda berat telah menyebarkan hidup, dan benda hidup itu merupakan suatu partikel-partikel kecil. Teori ini berdasarkan dua asumsi bahwa benda hidup itu ada atau telah ada dari suatu tempat dalam alam semesta ini dan hidup itu dapat dipertahankan selama perjalanan antar-benda angkasa ke Bumi.

Hipotesis ini belum dapat didukung oleh bukti-bukti yang jelas. Oleh karena itu, pernyataan tersebut belum merupakan jawaban terhadap persoalan kita. Tampak jelas bahwa jawaban tersebut sekedar memindahkan persoalan kita ke planet lain. Kalau hidup berasal dari planet lain, maka kehidupan di planet itu datangnya dari mana. Demikian tak akan ada habis-habisnya kita bertanya.

3.      Teori Fluger

Teori menyatakan bahwa Bumi itu berasal dari suatu materi yang sangat panas sekali , yang mengandung Karbon dan Nitrogen sehingga terbentuk Cyanogen . Senyawa itu dapat terjadi pada suhu yang sangat tinggi , dan selanjutnya terbentuk zat protein protoplasma yang menjadi mahluk hidup.

4.      Teori Moore

Teori ini menyatakan bahwa Hidup dapat muncul dari kondisi yang cocok atau pas dari bahan Organik pada saat bumi mengalami pendinginan dalam kondisi tersebut muncullah hidup itu .

5.      Teori Allen

Bahwa saat keadaan berdifusi ( bumi itu keadaannya seperti sekarang ), beberapa reaksi terjadi yaitu energi yang datang dari sinar matahari diserap oleh zat besi yang lembabdan menimbulkan pengaturan atom , Interaksi antara Nitrogen , Karbon , Hidrogen , Oksigen dan Sulfur , yang nantinya akan membentuk zat – zat yang difus yang akhirnya membentuk potoplasma benda hidup.

6.      Generatio Spontanea

Sebelum abad 17 orang menganggap bahwa makhluk hidup itu terbentuk secara spontan atau terbentuk dengan sendirinya.


Contoh : Ulat timbul dengan sendirinya dari bangkai tikus, cacing timbul dengan sendirinya dari dalam lumpur, dari gudang padi, ternyata munculah tikus.Faham ini disebut juga abiogenesis makhluk hidup dapat terbentuk dari bukan makhluk hidup, misalnya dari lumpur timbul cacing. faham ini antara lain dipelopori oleh Aristoteles.

7.      Omne Vivum Ex Ovo

Fransisco Redi (1626-1697) ahli biologi bangsa Italia dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai tikus berasal dari telur lalat yang meletakan telurnya dengan sengaja di situ. Dari berbagai percobaannya yang serupa ia memperoleh kesimpulan yang serupa yaitu bahwa asal mula kehidupan itu adalah telur atau omne vivum ex ovo.

8.      Omne Ovo Ex Vivo

Lazzaro Spallanzani (1729 - 1799) juga ahli bangsa Italia dengan percobaannya terhadap kaldu, membuktikan bahwa jasad renik atau mikroorganisme yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu itu. Bila kaldu ditutup rapat setelah mendidih maka tidak terjadi pembusukan. Ia mengambil kesimpulan bahwa untuk adanya telur harus ada jasad hidup terlebih dahulu. Maka muncullah teorinya omne ovo ex vivo atau telur itu berasal dari makhluk hidup.

9.      Omne Vivum Ex Vivo

Louis Pasteur (1822-1895) sarjana kimia Perancis melanjutkan percobaan Spallanzani dengan percobaan berbagai mikroorganisme. akhirnya ia berkesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya, agar tumbuh kehidupan yang baru atau disebut omne vivum ex vivo. Teori ini disebut juga teori Biogenesis dengan konsep dasar bahwa yang hidup itu tentu berasal dari yang hidup juga. Dengan teori biogenesis ini maka teori abiogenesis ditinggalkan orang. Akan tetapi dengan demikian asal mula kehidupan mulai kembali menjadi masalah yang belum terungkap, namun hampir semua para ahli sependapat bahwa asal mula kehidupan itu timbul di bumi kita ini, bukan dari angkasa luar.

10.  Teori Urey

Harold Urey (1893) seorang ahli kimia dari Amerika Serikat mengemukakan bahwa atmosfer bumi pada awal mulanya kaya akan gas-gas metana (CH4), amoniak (NH3), hidrogen (H2) dan air (H2O). Zat-zat itu merupakan unsur-unsur penting yang terdapat dalam tubuh makhluk hidup. Diduga karena adanya energi dari aliran listrik halilintar dan radiasi sianr kosmos unsur-unsur itu mengadakan reaksi-reaksi kimia membentuk zat-zat hidup. Zat hidup yang mula-mula terbentuk kira-kira sama dengan keadaan virus yang kita kenal sekarang. Zat itu berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai jenis organisme.

11.  Teori Oparis Haldane

Alenxande I. Oparin , ahli biologi Rusia mempublikasikan tentang asal mula kehidupan , Rangkuman pendapat itu adalah jasad hidup terbentuk dari senyawa kimiawi dalam laut pada saat atmosfer bumi belum mengandung oksigen bebas . Senyawa terebut ( asam Amino sederhana , Purin , basa pirimidin serta senyawa senyawa golongan gula , kemudian terbentuk pula senyawa polipedia asam- asam polinuleat dan polisakarida yang semuanya terbntuk berkat bantuan sinaqr ultraviolet , kilatan listrik , panas dan radiasi

Jasad Hidup Pertama disebut protobion , yang hidup dalam laut kira-kira 5-10 meter dibwah permukaan laut . Ditempat itulah mereka terhindar dari sinar ultraviolet intensitas tinggi dan sinar matahari yang mematikan . Ketika jasad hidup berkembang menjadi lebih sempurna dan mampu memproduksi oksigen maka lama kelamaan terdapat lapisan pelindung berupa Ozon di atmosfer bumi kemudian , kehidupan merayap di pantai dan akhirnya memenuhi daratan Teori ini kembali ke teori Generatio Spontane tapi melalui proses evolusi ratusan juta tahun lamanya.

 

12.  .  Teori Evolusi :

Dalam teori evolusi dikatakan bahwa makhluk yang mula-mula adalah sangat sederhana tingkatnya, bersel tunggal, dan hidup dari bahan anorganis, sehingga tergolong tumbuhan. Dari golongan tumbuhan itu sebagian berubah menjadi hewan, yang selanjutnya berevolusi menjadi makhluk yang beraneka ragam seperti kehidupan masa kini.

Sekarang orang cenderung beranggapan bahwa evolusi kehidupan terutama disebabkan karena mutasi. Mutasi ialah perubahan spesies yang agak meloncat, dan ini disebabkan oleh perubahan gen atau kromosom sel.

Mutasi yang berarti pindah, yaitu pidah jenis, dapat maju dan dapat mundur. Mutasi mundur terjadi, tetapi jenis yang lebih mundur atau lebih buruk akan mengakibatkan kepunahannya sendiri. Mutasi maju hanya kadang-kadang saja ada, dan ini mengakibatkan perubahan ke arah kemajuan.

Lamarck berpendapat banwa Evolusi ,disebabkn karena adanya adaptasi.Contoh :leher jerapah menjadi panjang.

·         Darwin ,Evolusi disebabkan oleh seleksi alam.Contoh : Karena seleksi alam ,jerapah leher pendek dan men jadi punah.

·         Weismann , Evolusi adalah masalah genetika,jadi evolusi adalah seleksi alam tyerhadap faktor genetika .

·         De Vries ,evoludi disebabkan karena adanya mutasi gen,

Dari beberapa teori tersebut, kemudian dibagi menjadi dua berdasarkan konsep utamanya antara lain :

·         Pertama adalah makhluk hidup berasal dari benda mati (yang berangsur-angsur secara spontan membentuk makhluk hidup) dan yang kedua adalah makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lain (sebagai keturunan ataupun dirancang secara khusus).

·          Kedua konsep tersebut sampai saat ini masih berstatus sebagai hipotesis, karena sama-sama belum bisa dijelaskan dan dibuktikan secara ilmiah tentang kebenarannya. Oleh karena itu, pembahasan tema ini sejauh ini dilakukan sebatas dengan logika sederhanya saja. Apakah bisa diterima atau tidak dilakukan dengan hitung-hitungan sederhana mana yang paling memungkinkan terjadi.

·         Analisis peluang terjadinya konsep pertama, yaitu makhluk hidup berasal dari benda mati. Eksperimen tentang hal ini telah dilakukan berkali-kali tanpa memberikan hasil yang signifikan. Hal mendasar yang sulit dibuktikan  adalah bagaimana bisa benda mati berubah bentuk menciptakan kehidupan secara spontan, tanpa adanya kecerdasan, lantas kemudian membentuk kompleksitas. Bahkan, manusia sebagai makhluk tercerdas di bumi pun belum mampu menciptakan satu selpun makhluk hidup dalam eksperimennya.

Dari beberapa teori tersebut, saya kemudian membaginya menjadi dua berdasarkan konsep utamanya.Pertama adalah makhluk hidup berasal dari benda mati (yang berangsur-angsur secara spontan membentuk makhluk hidup) dan yang kedua adalah makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lain (sebagai keturunan ataupun dirancang secara khusus).Kedua konsep tersebut sampai saat ini masih berstatus sebagai hipotesis, karena sama-sama belum bisa dijelaskan dan dibuktikan secara ilmiah tentang kebenarannya.Oleh karena itu, pembahasan tema ini sejauh ini dilakukan sebatas dengan logika sederhanya saja.Apakah bisa diterima atau tidak dilakukan dengan hitung-hitungan sederhana mana yang paling memungkinkan terjadi.

Pertama, mari kita analisis peluang terjadinya konsep pertama, yaitu makhluk hidup berasal dari benda mati. Eksperimen tentang hal ini telah dilakukan berkali-kali tanpa memberikan hasil yang signifikan.Hal mendasar yang sulit dibuktikan disini adalah bagaimana bisa benda mati berubah bentuk menciptakan kehidupan secara spontan, tanpa adanya kecerdasan, lantas kemudian membentuk kompleksitas.Bahkan, manusia sebagai makhluk tercerdas di bumi pun belum mampu menciptakan satu selpun makhluk hidup dalam eksperimennya.Lantas, bagaimana mungkin kita dapat membayangkan benda mati secara spontan dan tanpa kecerdasan mampu membentuk satu sel sederhana?

Beberapa peneliti mencoba menghitung peluang terjadinya hal tersebut secara statistik. Hasilnya sedikit mengecewakan, karena ternyata berdasarkan hasil hitung-hitungan hanya sebesar 1:1.000.000. Tentu peluangnya ada, meskipun sangat sangat kecil.

 

4.      Bukti-bukti Hipotesis Asal Mula Kehidupan

 

Pendapat yang banyak diterima secara luas tentang asal-usul benda adalah abiogenesis, yakni berasal dari benda-benda tidak hidup. Walaupun dalam hal ini makhluk hidup yang paling sederhana adalah sangat kompleks dan banyak mengandung sistem biokimia yang masih buntu. Beberapa dari sistem itu hanya berfungsi dalam sel hidup, baik dalam tumbuhan maupun pada hewan dan bagaimana asal-usul system ini masih belum terjawab.

Terdapat banyak bukti-bukti bahwa 2000 juta tahun yang lalu keadaan permukaan Bumi sangat berbeda debgan keadaan permukaan Bumi sekarang. Pada saat sebelum ada tumbuhan dan hewan, udara (atmosfer) terutama terdiri atas gas metan, ammonia, uap air, dan gas hidrogen, serta unsur oksigen dan nitrogen yang sangat reaktif, yang bersenyawa sebagai oksidasi nutrida. Pada permukaan Bumi yang tidak banyak mengandung ozon, maka radiasi sinar tata surya yang berupa sinar ultra violet dan semburan badai listrik manimbulkan panas, maka terbentuklah persenyawaan asam-asam amino yang selanjutnya membuat protein.

Sesungguhnya, sebagian besar hipotesis telah ditunjukkan dengan berbagai contoh pembuktian tentang asal-usul kehidupan. Pada tahun 1963, Stanley L. Miller berpaling kembali pada paham generatio spontanea. Ia menganggap bahwa tidak mustahil hidup ini pernah berkembang dati zat mati.

Kenyataan yang menunjukkan bahwa jasad hidup sebagian besar terdiri dari protein (zat putih telur) yang terurai menjadi unit yang lebih sederhana ialah asam amino, yaitu senyawa yang mengandung nitrogen, dan bila asam-asam amino dipecah lagi, maka akan dihasilkan CH4 (matana), H2O (air), H2 (hidrogen), dan NH3 (ammonia). Demukian pula bila senyawa-senya sederhana diuraikan maka akhirnya diperoleh unsur-unsur C, H, O, dan N sebagai unsur dasar. Bukankah ada kemungkinan bahwa hidup berasal dari senyawa-senyawa sederhana tadi, di mana atmosfer masih mengandung senyawa-senyawa seperti itu.

Terjadinya asam amino secara spontan ditafsirkan sebagai pelaksanan bakal atau kecenderungan yang sudah terkandung dalam gas itu. Bila kita melanjutkan dasar pemikiran ini, maka asam-asam amino cenderung pula menjadi protein dan selanjutnya menjadi protoplasma (jasad hidup) yang juga terjadi dorongan luar. Protoplasma, sekali terbentuk berarti titik permulaan bagi setiap makhluk hidup.

 

Masalah dan Fakta Mengenai Evolusi

a. Teori Lamarck

Jean Baptiste Lamarck (ahli biologi Perancis 1744-1829), yang idenya mengenai evolusi dituangkan dalam bukunya “Philosophic Zoologique”. Inti isi buku tersebut :

1.      Alam sekitar atau lingkungan (environment) mempunyai pengaruh pada  ciri-ciri atau sifat-sifat yang diwariskan.

2.      Ciri-ciri atau sifat-sifat yang didapat (auquired characters) akan diwariskan kepada keturunannya.

3.       Organ yang digunakan akan berkembang, sedang yang tidak digunakan akan mengalami kemunduran.

Lamarck berpendapat bahwa evolusi merupakan akibat pewarisan sifat-sifat induk kepada keturunannya. Makhluk dalam kegiatannya mencari makanan untuk hidup mengadakan adaptasi dengan lingkungannya dan memperoleh sifat-sifat yang lebih cocok dan baik dengan lingkungannya. Sifat yang lebih baik itu turut diwariskan kepada turunannya, sehingga keturunannya mempunyai sifat yang relatif baik atau lebih maju dari induknya. Dengan demikian, suatu spesies atau jenis makhluk hidup lambat laun berubah ke arah kemajuan.

Teori lamarck ini mengandung kelemahan sehingga para ahli Biologi tidak dapat menerima pola berpikir atau penalaran semacam ini. Ada dua alasan mengapa teori ini tidak dapat diterima, yaitu:

1.      Proses evolusi terjadi secara tak langsung. Menurut data fosil dapat disimpulkan bahwa proses evolusi berkembang menurut garis dan arah yang berlainan. Sebagai contoh misalnya, gorilla, simpanse, dan sebagainya.

2.      Sifat yang diperoleh dengan cara di atas tidak diturunkan. Bahwa akibat kegunaan dan ketidakgunaan suatu organ akan mengalami perubahan, hal ini memang benar. Tetapi perubahan yang diperolehnya tidaklah diturunkan. Kelak akan diketahui bahwa penurunan sifat hanya bisa terjadi melalui gen atau pembawa sifat kromosom.

b.Teori Darwin

            teori darwin adalah teori yang terkenal dalam kehidupan manusia. Darwin berpendapat bahwa manusia berawal dari kera. Nenek moyang manusia adalah kera yang berevolusi menjadi manusia moderen seperti sekarang ini.

Pendukung teori darwin beranggapan bahwa semua makhluk berasal dari nenek moyang yang sama. Secara kasar, teori ini menyebutkan bahwa nenek moyang manusia adalah kera. Pada awalnya kesimpulan itu adalah berdasarkan penemuan tulang belulang hewan dan manusia purba temasuk kera purba. Kera tersebut secara bertahap mengalami ‘perbaikan biologis’ selama jutaan tahun sehingga menjadi manusia.

 

5.      pendapat para ahli tentang asal mula makhluk hidup

 

Asal mula kehidupan di bumi banyak persepsi menurut para ahli yang berbeda. Menurut Francesco Redi (1626-1697), ahli Biologi dari Italia.Ia dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai berasal dari telur lalat, yang meletakkan telurnya dengan sengaja. Dari berbagai percobaan, mendapat peristiwa yang serupa.Ia mengemukakan pendapat bahwa kehidupan berasal dari telur atau comne vivum ex ovo. Sedangkan menurut Lazzaro Spallanzani (1729-1799), ahli Biologi dari Italia Dengan eksperimen terhadap kaldu mambuktikan bahwa jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu itu.Bila kaldu ditutup rapat setelah mendidih, maka tak terjadi pembusukkan.Ia mengambil kesimpulan, bahwa untuk adanya telur harus ada jasad hidup, atau omne ovum ex vivum. Dan menurut Louis Pasteur (1822-1895), sarjana Perancis Melanjutkan teori Spallanzani, dengan eksperimen berbagai jasad renik.Ia mendukungnya, meskipun banyak yang menentang.Kemudian menarik kesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya agar tumbuh kehidupan baru atau omne vivum ex vivum.Timbullah teori biogenesis, sedangkan teori abiogenesis rupa-rupanya telah terkalahkan. Hamper semua para ahli biologi sependapat bahwa semua kehidupan terjadi di muka bumi ini tidak terjadi di luar bumi. Mereka menemukan mahluk hidup ber sel satu sebagai pemula kehidupan, kemudian terjadi evolusi organic menjadi organism bersel banyak.

Sebelum abad ke-17, para ahli mangangaap bahwa mahkluk hidup terjadi dengan   sendirinya dari makhluk tak hidup.Anggapan ini disebut teori generatio atau abiogenesis.

Dengan adanya renaissance, maka timbul paham baru:

1.        Francesco Redi (1626-1697), ahli Biologi dari Italia

Ia dapat membuktikan bahwa ulat pada bangkai berasal dari telur lalat, yang meletakkan telurnya dengan sengaja. Dari berbagai percobaan, mendapat peristiwa yang serupa.Ia mengemukakan pendapat bahwa kehidupan berasal dari telur atau comne vivum ex ovo.

2.        Lazzaro Spallanzani (1729-1799), ahli Biologi dari Italia

Dengan eksperimen terhadap kaldu mambuktikan bahwa jasad renik yang mencemari kaldu dapat membusukkan kaldu itu.Bila kaldu ditutup rapat setelah mendidih, maka tak terjadi pembusukkan.Ia mengambil kesimpulan, bahwa untuk adanya telur harus ada jasad hidup, atau omne ovum ex vivum.

3.        Louis Pasteur (1822-1895), sarjana Perancis

Melanjutkan teori Spallanzani, dengan eksperimen berbagai jasad renik.Ia mendukungnya, meskipun banyak yang menentang.Kemudian menarik kesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya agar tumbuh kehidupan baru atau omne vivum ex vivum.Timbullah teori biogenesis, sedangkan teori abiogenesis rupa-rupanya telah terkalahkan.

4.        Oparin (1938) sarjana Rusia

Mengemukakan hipotesis bahwa ada makhluk peralihan dari makhluk tak hidup ke makhluk hidup.Seorang ahli kimia Harold Urey (1893) di Amerika Serikat mengemukakan pendapat bahwa atmosfer bumi suatu waktu pernah mengndung banyak CH4 (metana), NH3 (ammonia), H2(hydrogen), dan H2O (air) dalam bentuk gas.Zat tersebut sangat mungkin bergabung membentuk ikatan organic, dimana kehidupan biasanya berlangsung.

 

 

5.            Weisz (1961)

Ia melanjutkan hipotesis Operin disertai bekal teori Urey yang telah diuji kebenarannya oleh Miller. Menurut Weisz, penggabungan senyawa kimia itu terus bergabung menjadi molekul-molekul yang lebih besar dan kompleks.

.

6.      Sejarah Pembentukan Bumi Berdasarkan Zaman

 

1.      Masa Arkeozoikum (4,5 – 2,5 milyar tahun lalu)

Arkeozpoikum artinya Masa Kehidupan Purba, Masa Arkeozoikum (Arkean) merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang kemudian berkembang menjadi protokontinen. Batuan masa ini   ditemukan di beberapa bagian dunia yang lazim disebut kraton/perisai benua.

Coba perhatikan, masa ini adalah masa pembentukan kerakbumi. Jadi kerakbumi terbentuk setelah pendinginan bagian tepi dari “balon bumi” (bakal calon bumi). Plate tectonic / Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini. Lingkungan hidup mas itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas.

Batuan tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini juga merupakan awal terbentuknya Indrosfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif di dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil tertua yang telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur kira-kira 3.500.000.000 tahun.

2.      Masa Proterozoikum (2,5 milyar – 290 juta tahun lalu)

Proterozoikum artinya masa kehidupan awal. Masa Proterozoikum merupakan awal terbentuknya hidrosfer dan atmosfer. Pada masa ini kehidupan mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi bersel banyak (enkaryotes dan prokaryotes).  Enkaryotesini akan menjadi tumbuhan dan prokaryotes nantinya akan menjadi binatang.

Menjelang akhir masa ini organisme lebih kompleks, jenis invertebrata bertubuh lunak seperti ubur-ubur, cacing dan koral mulai muncul di laut-laut dangkal, yang bukti-buktinya dijumpai sebagai fosil sejati pertama.

Masa Arkeozoikum dan Proterozoikum bersama-sama dikenal sebagai masa Pra-Kambrium.

3.      Zaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)

Kambrium berasal dari kata “Cambria” nama latin untuk daerah Wales di Inggeris sana, dimana batuan berumur kambrium pertama kali dipelajari.

Banyak hewan invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada di lautan. Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung. Fosil yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga, Cacing, Sepon, Koral, Moluska, Ekinodermata, Brakiopoda dan Artropoda (Trilobit).

Sebuah daratan yang disebut Gondwana (sebelumnya pannotia) merupakan cikal bakal Antartika, Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan Amerika Selatan. Sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Tanah Hijau masih berupa benua-benua kecil yang terpisah.

4.      Zaman Ordovisium (500 – 440 juta tahun lalu)

Zaman Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang (hewan bertulang belakang paling tua) dan beberapa hewan bertulang belakang yang muncul pertama kali seperti Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (Landak Laut), Asteroid (Bintang Laut), Krinoid (Lili Laut) dan Bryozona.

Koral dan Alga berkembang membentuk karang, dimana trilobit dan Brakiopoda mencari mangsa. Graptolit dan Trilobit melimpah, sedangkan Ekinodermata dan Brakiopoda mulai menyebar. Meluapnya Samudra dari Zaman Es merupakan bagian peristiwa dari zaman ini. Gondwana dan benua-benua lainnya mulai menutup celah samudera yang berada di antaranya.

5.      Zaman Silur (440 – 410 juta tahun lalu)

Zaman silur merupakan waktu peralihan kehidupan dari air ke darat. Tumbuhan darat mulai muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku). Sedangkan Kalajengking raksasa (Eurypterid) hidup berburu di dalam laut. Ikan berahang mulai muncul pada zaman ini dan banyak ikan mempunyai perisai tulang sebagai pelindung. Selama zaman Silur, deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi Skandinavia, Skotlandia dan Pantai Amerika Utara

6.      Zaman Devon (410-360 juta tahun lalu)

Zaman Devon merupakan zaman perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan ikan hiu semakin aktif sebagai pemangsa di dalam lautan. Serbuan ke daratan masih terus berlanjut selama zaman ini. Hewan Amfibi berkembang dan beranjak menuju daratan. Tumbuhan darat semakin umum dan muncul serangga untuk pertama kalinya. Samudera menyempit sementara, benua Gondwana menutupi Eropa, Amerika Utara dan Tanah Hijau (Green Land).

7.      Zaman Karbon (360 – 290 juta tahun lalu)

Reptilia muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan telurnya di luar air. Serangga raksasa muncul dan ampibi meningkat dalam jumlahnya. Pohon pertama muncul, jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda tumbuh di rawa-rawa pembentuk batubara. Pada zaman ini benua-benua di muka bumi menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut Pangea, mengalami perubahan lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan. Di belahan bumi utara, iklim tropis
menghasilkan secara besar-besaran, rawa-rawa yang berisi dan sekarang tersimpan sebagai batubara.

8.      Zaman Perm (290 -250 juta tahun lalu)

“Perm” adalah nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia.
Reptilia meningkat dan serangga modern muncul, begitu juga tumbuhan konifer dan Grikgo primitif. Hewan Ampibi menjadi kurang begitu berperan. Zaman perm diakhiri dengan kepunahan micsa dalam skala besar, Tribolit, banyak koral dan ikan menjadi punah. Benua Pangea bergabung bersama dan bergerak sebagai satu massa daratan, Lapisan es menutup Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika, membendung air dan menurunkan muka air laut. Iklim yang kering dengan kondisi gurun pasir mulai terbentuk di bagian utara bumi.

9.      Zaman Trias (250-210 juta tahun lalu)

Gastropoda dan Bivalvia meningkat jumlahnya, sementara amonit menjadi umum. Dinosaurus dan reptilia laut berukuran besar mulai muncul pertama kalinya selama zaman ini. Reptilia menyerupai mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont mulai berkembang. Mamalia pertamapun mulai muncul saat ini. Dan ada banyak jenis reptilia yang hidup di air, termasuk penyu dan kura-kura. Tumbuhan sikada mirip palem berkembang dan Konifer menyebar. Benua Pangea bergerak ke utara dan gurun terbentuk. Lembaran es di bagian selatan mencair dan celah-celah mulai terbentuk di Pangea.

10.  Zaman Jura (210-140 juta tahun lalu)

Pada zaman ini, Amonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia meningkat jumlahnya.Dinosaurus menguasai daratan, Ichtiyosaurus berburu di dalam lautan dan Pterosaurusmerajai angkasa. Banyak dinosaurus tumbuh dalam ukuran yang luar biasa. Burung sejati pertama (Archeopterya) berevolusi dan banyak jenis buaya berkembang. Tumbuhan Konifer menjadi umum, sementara Bennefit dan Sequola melimpah pada waktu ini. Pangea terpecah dimana Amerika Utara memisahkan diri dari Afrika sedangkan Amerika Selatan melepaskan diri dari Antartika dan Australia.

zaman ini merupakan zaman yang paling menarik anak-anak setelah difilmkannya Jurrasic Park.

11.  Zaman Kapur (140-65 juta tahun lalu)

Banyak dinosaurus raksasa dan reptilia terbang hidup pada zaman ini. Mamalia berari-ari muncul pertama kalinya. Pada akhir zaman ini Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit dan Belemnit punah. Mamalia dan tumbuhan berbunga mulai berkembang menjadi banyak bentuk yang berlainan. Iklim sedang mulai muncul. India terlepas jauh dari Afrika menuju Asia. zaman ini adalah zaman akhir dari kehidupan biantang-binatang raksasa.

12.  Zaman Tersier (65 – 1,7 juta tahun lalu)

Pada zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna laut yang hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat dan rumput.Pada zaman Tersier – Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global

13.  Zaman Kuarter (1,7 juta tahun lalu – sekarang)

Zaman Kuarter terdiri dari kala Plistosen dan Kala Holosen. Kala Plistosen mulai sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu. Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang.Pada Kala Plistosen paling sedikit terjadi 5 kali jaman es (jaman glasial). Pada jaman glasial sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara ditutupi es, begitu pula Pegunungan Alpen, Pegunungan Cherpatia dan Pegunungan Himalaya Di antara 4 jaman es ini terdapat jaman Intra Glasial, dimana iklim bumi lebih hangat.

Manusia purba jawa (Homo erectus yang dulu disebut Pithecanthropus erectus) muncul pada Kala Plistosen. Manusia Modern yang mempunyai peradaban baru muncul pada Kala Holosen. Flora dan fauna yang hidup pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan fauna yang hidup sekarang.

 

  

B.     MENURUT ILMU PENGETAHUAN AL-QUR’AN

 

Bumi adalah tempat kita tinggal, hidup, makan, minum, beraktivitas hingga matipun semuanya dialakukan di bumi. Manusia, hewan, tanah merupakan penghuni bumi yang satu sama lain memberikan keuntungan. Bumi ini telah berusia lebih dari 200.000.000 tahun. Artinya bumi ini telah ada setelah berabad-abad yang lalu.            

Namun adakah dari anda yang tahu mengenai asal-muasal bumi?. Mungkin beberapa dari anda sudah mengetahuinya lebih dahulu ketika anda memelajari ilmu tata surya. Mungkin di dalamnya terdapat proses terciptanya bumi. Beberapa teori dalam ilmu pengetahuan telah membahas mengenai penciptaan bumi dan alam semesta.

Namun apakah anda tahu dari mana sumber ilmu pengetahuan itu?. Siapakah yang mengatur proses penciptaan bumi tersebut?. Bagaimanakah bumi tersebut dapat tercipta?. ALLAH SWT telah mengatur itu semua. ALLAH telah mengatur semua proses penciptaan bumi. Dan Allah telah memberitahukan kepada umatnya mengenai penciptaan bumi dan alam semesta melalui Al-quran. Ya, kitab suci umat islam inilah sumber dari segala macam ilmu pengetahuan.

Di dalamnya semua ilmu pengetahuan tertulis untuk membantu kita mencari pengetahuan dan terus mengimani isi-isinya. Dalam hal ini saya berupaya untuk sedikit menkaji mengenai ayat dalam al-quran yang membahas megenai penciptaan bumi. Sekadar referensi sebelum baca thread ini pembaca bisa mengambil al-quran untuk melihat isi dan kandungannya. Mudah-mudahan ilmu ini berguna bagi kita semua.

Dalam surat An Naaziat (79) ayat 27 – 33 menerangkan proses penciptaan bumi dan alam semesta. Dalam ayat tersebut tertulis bumi dan alam semesta tercipta dalam enam masa. Masih dalam perdebatan mengenai enam masa yang dimaksud. Entah itu enam tahun, enam hari, enam periode, ataupun enam tahapan. Dalam hal ini saya mencoba mengkaji enam masa yang dimaksud. Tulisan ini saya ambil dari berbagai sumber. jika ada kemiripan isi mohon dimaklumi.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM….
Annaziat ayat 27 :”Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya,(27)”
Dalam ayat tersebut dimulailah mengenai masa I penciptaan bumi. Pasa masa I ini dijelaskan mengenai penciptaaan langit. Dalam ilmu tata surya dikenal dengan istilah ”Teori Big Bang”.

 Teori Big Bang adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu. alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar. Bukti dari teori ini ialah gelombang mikrokosmik di angkasa dan juga dari meteorit.

Awan debu (dukhan) yang terbentuk dari ledakan tersebut, terdiri dari hidrogen. Hidrogen adalah unsur pertama yang terbentuk ketika dukhan berkondensasi sambil berputar dan memadat. Bisa diaktakan awan dan langit yang kita lihat selama ini adalah bentuk pertama dari penciptaan bumi dan alam semesta.

Selanjutnya, angin bintang menyembur dari kedua kutub dukhan, menyebar dan menghilangkan debu yang mengelilinginya. Sehingga, dukhan yang tersisa berupa piringan, yang kemudian membentuk galaksi. Bintang-bintang dan gas terbentuk dan mengisi bagian dalam galaksi, menghasilkan struktur filamen (lembaran) dan void (rongga). Jadi, alam semesta yang kita kenal sekarang bagaikan kapas, terdapat bagian yang kosong dan bagian yang terisi.

 

 

Annaziatayat 28:”Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,(28)”
Ayat ini menerangkan masa II dari penciptaan bumi. Dua kata kunci dalam ayat ini adalah “meninggikan dan menyempurnakan”. Mengembang yang dimaksud adalah proses berkembangnya seluruh galaksi yang saling menjauh antar satu sama lain. Dan langit-langit menjadi semakin meninggi. Mengembangnya alam semesta sebenarnya adalah kelanjutan big bang.

Sedangkan kata ”menyempurnakan”, menunjukkan bahwa alam ini tidak serta merta terbentuk, melainkan dalam proses yang terus berlangsung. Misalnya kelahiran dan kematian bintang yang terus terjadi. Alam semesta ini dapat terus mengembang, atau kemungkinan lainnya akan mengerut. Annaziat ayat 29 :”Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang (29)”Memasuki masa III, di sini yang dapat kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT telah membuat siang-malam secara bergantian. Allah menjadikan malam yang gelap gulita dan menjadikan siang yang terang benderang. Dapat diartikan dalam ayat ini Matahari sebagai sumber cahaya dan bumi berputar mengelilinya. Karena perputaran bumi tersebut terjadilah siang dan malam.
Annaziat ayat
30 ”Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya (30)”
Di masa IV inilah mulai bumi terbentuk. dimulai dengan pembentukan superkontinen Pangaea di permukaan Bumi.
Annaziat ayat 31 :“Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya (31)” Pada ayat ini, dijelaskan mengenai masa V penciptaan bumi yaitu evolusi air. Ketika bumi terbentuk air belum ada. Air diperkirakan berasal dari komet yang menumbuk Bumi ketika atmosfer Bumi masih sangat tipis. Unsur hidrogen yang dibawa komet kemudian bereaksi dengan unsur-unsur di Bumi dan membentuk uap air. Uap air ini kemudian turun sebagai hujan yang pertama. setelah air terbentuk, kehidupan pertama berupa tumbuhan bersel satu pun mulai muncul di dalam air.
Annaziat ayat 32 :
“Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (32)”
Memasuki masa VI, atau masa terakhir, bumi mulai diisi dengan gunung-gunung yang terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan pertama. Gunung-gunung terbentuk dari interaksi antar lempeng ketika superkontinen Pangaea mulai terpecah.

Setelah terbentuk gunung, maka diciptakanlah hewan-hewan, dan manusia hingga sekarang ini. Dijelaskan dalam Annaziat ayat 33 :”(semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu”. Begitulah kira-kira proses penciptaan bumi. Banyak dari ayat-ayat dan surat lain yang menjelaskan mengenai penciptaan bumi. Namun saya hanya memfokuskan kepada surat Annaziat, ayat27-33. untuk lebih jelasnya bisa kaji bersama-sama kedepannya nanti. Hikmah apa yang bisa petik?

 

 

 

HIKMAHNYA :

 

1.      Dalam surat Al baqarah ayat 2 dijelaskan: ”Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa ”Sangat jelas di dalam al quran tidak keraguan seluruh isi di dalamnya. Semuanya isinya telah terbukti berdasarkan alam yang telah ada, dan juga melalui ilmu pengetahuan. jika kita terus berpegang teguh pada Al Quran insya Allah kita termasuk orang yang bertaqwa.

2.       Al quran tidak hanya untuk sekadar di baca, namun diperlukan pengkajian lebih dalam mengenai segala macam isi-isinya. Di dalamnya terdapat segala macam ilmu pengetahuan yang bisa terus kita gali.

3.      Segala sesuatu mengenai kehidupan di bumi ini, telah diatur oleh Allah SWT. Kita tinggal bertaqwa kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk kebenaran dalam hidup ini.



 

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan   

 

            Dari segala semua yang telah diterangkan diatas kami tim penulis dapat menyimpulkan beberapa point – point penting yang dapat dipetik dari makalah tentang asal mula kehidupan di bumi. Point – point penting tersebut adalah :

  Bahwa Asal mula kehidupan itu sampai sekarang masih diperdebatkan dan belum diketahui dengan pasti dari mana dan kapan evolusi kehidupan telah ada.

  Kehidupan telah menciptakan peradaban baru bagi makhluk hidup.

  Kehidupan sangat diperlukan makhluk hidup untuk melestarikan jenisnya.

  Semua makhluk hidup mengalami Evolusi dari masa ke masa.

 

Saran             

 

            Jagalah alam kita dari kerusakan alam seperti pembakaran hutan dan pemanasan global. Karena sesungguhnya alam lah yang memberikan kehidupan bagi kita semua makhluk hidup tanpa terkecuali. Apabila Alam kita hancur maka kehidupan di dunia akan hancur pula.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

                                  

 

Aly Abdullah, Drs. dan Ir. EnyRahma. 2010. MKUD IlmuAlamiahDasar. Jakarta : PT.Bumi Aksara.

http://www.sibarasok.com/2013/04/teori-asal-usul-kehidupan.html

http://ensikloditya.blogspot.com/2010/11/asal-mula-kehidupan-di-bumi.html

http://bhatarilarasati94.wordpress.com/2013/05/29/asal-mula-kehidupan-di-bumi/

http://djunijanto.wordpress.com/materi/sejarah-pembentukan-bumi-berdasarkan-zaman/

http://hadirukiyah.blogspot.com/2010/07/terbentuknya-alam-semesta.html
http://harunyahya.com/indo/buku/semesta001.htm
http://hadirukiyah.blogspot.com/2010/07/terbentuknya-alam-semesta-dan.html
http://www.harunyahya.com/indo/buku/semesta001.htm
http://hadirukiyah2.blogspot.com/2010/01/terbentuknya-alam-semesta-dan.html

Loc

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Syamsul Ma'arif

Nama saya adalah Syamsul Ma'arif. Saya seorang Pengajar Di Salah satu lembaga pendidikan islam Hidayatul Ghozzali

*

Post a Comment (0)
Previous Post Next Post